Puisi Bocah

Puisi Bocah

Seorang bocah begitu gembira. Tiba-tiba langit berwarna merah muda. Rupa-rupanya langit sedang jatuh cinta.

Bukanlah rintik-rintik hujan, tapi kembang gula berbentuk hati, warna merah hati. Satu per satu jatuh dari langit.

Seperti bocah aku makan merah hati itu. Baru aku tahu, cinta itu manis. Manis sekali.

Tapi tanpa ku sadari, separuh badanku sudah habis digerogoti. Segerombol semut merah marah-marah. Permen itu bukan untukku katanya, tapi untuk bumi.

Lalu untukku apa? Luka menganga.

Bocah kecil, menangis lagi.

(Yusiani, Mojokerto, 09-05-14)

Advertisements

Mind it!

Mind it!

I found this photo on my Facebook account’s timeline. This one just made me realize what I rather do.

balon-balon udara

aku sudah bilang pada balon-balon itu, aku titip angan-anganku. sudah ku ikat satu satu dengan benang-benang merah jambu. jika balon itu menembus awan, ku harap rinduku sampai padamu. jadi dadaku bisa berhenti sesak.

jika awannya mendung, jangan kirimkan badai di daratanku. kirim saja gerimis di senja hari, dimana kemarau sedang meranggaskan tunas tunas rindu. sehingga akan terhapus dahaga-dahaga dari rindu yang mencekik.

Jangan ingatkan aku..

jangan ingatkan aku, bahwa aku sudah begini senja. boleh aku berpura-pura aku masih kanak-kanak? apa ini ke-kanak-kanakan? memang, dimana batas ke-kanak-kanakan itu? Kenapa anda tidak mempertimbangakan untuk sejenak berhenti ke-orangtua-orangtua-an. pura-pura dewasa, pura pura berlapang dada, padahal aku lihat kamu tersengal-sengal. Kepura-puraanmu berjejalan di dadamu. Apa tidak capek?

Jadi ketua itu..

  1. jadi ketua itu tentang berpura-pura. sering kali harus berpura-pura berani, agar anggota tidak ragu lagi
  2. jadi ketua itu tentang memotivasi diri sendiri melalui orang lain.
  3. jadi ketua itu tentang me-manajemen orang-orang
  4. jadi ketua itu tentang membagi semua sama rata: adil
  5. jadi ketua itu tentang tangis sembunyi-sembunyi, gelisah sembunyi-sembunyi, dan terjaga tiap malam
  6. jadi ketua itu tentang melapangkan dada, berpikir terbuka, dan optimis
  7. jadi ketua itu jangan pernah merasa sendiri. karena sungguh, kita tidak pernah sendiri. Allah menemani, Allah saja sudah lebih dari cukup
  8. jadi ketua itu tentang menanggung amanah, dimana amanah-amanah anggotanya pun ada dipundaknya
  9. jadi ketua itu tentang menjaga kepercayaan
  10. jadi ketua itu tentang mata yang bersinar, tentang suara yang tegas, dan tentang langkah tanpa keraguan
  11. jadi ketua itu boleh sesekali menoleh ke belakang, anggota juga membisikkan kata-kata, nasihat-nasihat
  12. jadi ketua itu adalah pelajaran yang tidak pernah akan bisa selesai dipelajari. mempelajarinya perlu waktu seumur hidup.