tergila-(gila)

Sudah lama aku curiga, bahwa aku bukan sedang jatuh cinta. Melainkan mengidap penyakit tergila-gila. Tergila-gila berarti, tiap hari bayanganmu ada. Lihat apa aja langsung otomatis mikirin kamu. Mulai dari bangun tidur, sampai tidur lagi.  Mau sibuk, atau ngga sibuk apalagi. Satu-satunya topik yang begitu menarik untuk dibicarakan adalah kamu, dan semua hal yang berkaitan denganmu.

Hari-hari berisi perang tentang aku yang terlanjur tergila-gila, dan aku yang takut dosa. Tentang aku yang begitu ingin semua orang tahu, bahwa–seperti yang ku yakini–ada sesuatu di antara kita, dan aku yang begitu takut ketahuan. Tentang aku yang begitu ingin chat duluan, tapi juga gengsi, dan lagi-lagi takut ketahuan, olehmu.

Hari demi hari berisi serangkaian dialog panjang tentang tanya dan jawab. Aku bertanya-tanya tentang kamu. Seperti sikap-sikapmu, apa arti dari tulisan-tulisan di status Whatsappmu, dan foto-foto yang kau bagikan di sosial mediamu. Lalu aku pula menjawab, mengira-ngira, dan mengarang indah semua jawaban yang paling mungkin.

Ada hari dimana aku tersenyum-senyum sendiri. Tersipu-sipu dengan jawaban yang ku karang sendiri. Kemudian begitu yakin bahwa kamu juga merasakan hal yang sama. Bahwa sikap-sikap itu artinya iya. Bahwa tulisan-tulisan itu untuk aku. Bahwa foto-foto itu adalah bukti kamu cari perhatian, sepertinya halnya aku padamu. Bahwa sepertinya kita ada chemistry, karena beberapa kali posting barengan. Dan bumbu-bumbu kebetulan lainnya, mengantarku pada kesimpulan : kamulah jodohku. Lalu jika ada bagian diriku menyangkal “Jika dia cinta, tentu ia akan datang melamar”, lalu segera ku sangkal dengan kalimat andalan: mungkin kamu cuma belum siap.

Pada hari yang lain, aku begitu marah. Marah karena mungkin kamu telah mempermainkanku. Marah karena kamu mungkin sedang memikirkan gadis lain. Marah karena mungkin kamu chat dan cari perhatian ke gadis lain. Marah, karena tidak juga menemukan jawaban kenapa kamu tegaaaaaaaa. Kenapa harus aku. Kenapa harus kamu. Kenapa aku masih sibuk dengan hal beginian. Sungguh drama.

Ini bukan lagi tentang aku dan kamu. Tapi ini adalah tentang aku dan pikiranku sendiri. Aku jatuh cinta dengan bayangan tentangmu yang ku ciptakan sendiri. Aku juga benci dan marah hanya dengan pikiran tentangmu.

Memang selucu itu. Segila itu. Tergila itu.


Advertisements

Balik Lagi

Ide tentang “kembali”, seringkali bukan ide yang ku suka. Tapi kenyataan, mengatakan sebaliknya. Beberapa kali, aku harus mengulang lagi, dan kembali.

Seperti dulu hijrah dari blog ini, sekarang balik lagi. Hmm

Tapi ya sudahlah. Mari kita terimasahaja. Hoho

Alhamdulillah. Masih ada platform untuk gegalauan. Hahaha. (Loh niatnya ngga bener nih.)

uhuk. Bukan itu. Tapi mari kita sebarkan manfaat. Uhuy. Cie. Hahah

Bismillah.

Berpindah

Ada dua hal yang telah ku putuskan akhir-akhir ini. Satu diantaranya adalah keputusan untuk aktif menulis. Lalu keputusan yang satunya lagi adalah berpindah.

Aku sudah memutuskan untuk berpindah dari wordpress ke tumblr. Lalu kenapa harus berpindah? Simpel saja, disana aku menemukan lebih banyak teman. Jadi tujuan awalnya semoga bisa tercapai, semoga.

Semoga saja di tempat baru aku bisa lebih istiqomah. Aamiin

 

Seandainya Kamu Tahu

Tahukah kamu, apa salah satu doaku malam ini?
Kira-kira seperti ini : “Duhai Allah Yang Maha Memegang hati, Yang Maha Membolak-balikkan hati, Yang Maha Pengasih dan Penyayang, ampuni hamba Ya Allah, ampuni, ampuni hamba karena perasaan ini Ya Rabb. Ampuni hamba karena perasaan yang “salah” kepada salah satu hambamu. Maka dari itu ya Allah, jika dia memang jodohku, hamba mohon Ya Allah dekatkan, mudahkan, lancarkan, jika bukan maka hamba mohon Ya Allah jauhkanlah dia, jauhkan, jauhkan. Hamba mohon kuatkan hamba untuk menjaga diri, hamba mohon, lindungi hamba dari setan yang selalu berusaha menggelincirkan, lindungi hamba dari bayang-bayang wajahnya, lindungi hamba dari sesaknya rindu-rindu sesat tak bertuan, lindungi hamba dari gelapnya dosa berzina hati,  Engkaulah Ya Rabb Yang Maha Memiliki Kekuatan, hamba mohon, hamba mohon, tolonglah hamba Ya Allah. Aamiin”

Seandainya kamu tahu, betapa setan selalu berusaha mengelabuiku dengan pertanyaan-pertanyaan seperti : “Kenapa? Kenapa Allah membuatku mencintai sendiri? Bukan saling mencintai?”. Sesak. Selalu sesak jika pertanyaan ini datang. Tetapi, alhamdulillah Allah selalu menyelamatkan.
Seperti suatu hari, saat pertanyaan itu datang lagi bersama rindu yang datang tanpa diundang, Allah menggerakkanku untuk menemukan tulisan yang kira-kira seperti ini : “Jika memang cinta sejati, maka Allah akan menggerakkan hati keduanya, bukan cuma satu.” Ah, sekali lagi aku tersadar dan seketika kesedihan pun hilang.

Seandainya kamu tahu? Tidak, kamu tidak perlu tahu jika kamu memang bukan jodohku, maka apa gunanya kamu tahu?  Dan untuk ini, Ya Allah ampuni hamba, ampuni hamba Ya Allah….

Aktif Menulis

Postingan saya benar – benar masih sedikit. Saya belum menjadi seorang penulis yang baik. Awalnya saya selalu beralasan, “ah tulisan saya tidak bagus! Lalu, mau tulisan seperti apa yang menghiasi blog saya? Apakah cerita sehari-hari? Atau puisi-puisi? Tetapi kisah hidup saya sehari-hari tidaklah begitu menarik? Tetapi puisi saya tidaklah begitu indah? Lalu, kata ganti apa yang harus saya gunakan? Apakah saya? Aku? Gue?” Dan alasan – alasan lain yang membuat saya meninggalkan tulisan-tulisan saya menjadi draft-draft yang tidak pernah di-publish.

Lalu kini saya tersadar bahwa jika kita mau, maka kita bisa, dan semua alasan-alasan akan hilang satu per satu. Kita bisa jika kita berpikir bisa, bukan?

Mulai dari saat ini Bismillahirrohmanirrohim.. semoga saya bisa benar-benar aktif menulis. Seperti yang dikatakan Nadhira Arini, salah satu penulis favorit saya, bahwa keran air tidak akan mengalir jika tidak dibuka. Maka dari itu, semoga ini benar – benar langkah awal untuk “membuka keran” tersebut. Semoga tulisan saya bisa bermanfaat dan Allah meridhoi. Aamiin. :):):)

Asing

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Cuma

I  : Kamu kenapa?
H : Aku sedang bingung
I  : Bingung kenapa?
H : Dia update status terus aku engga bisa komen 😥
I  : Kenapa nda bisa?
H : Kan bukan muhrim. 😂
I  : kan cuma sekedar menyapa..
H : Kadang kita bilang “cuma” pada dosa-dosa kecil, lama-lama dosa besarpun kita bilang “cuma”. Itu yang aku takutkan.